Akademisi UBB Dorong Desa Dendang menjadi Desa Peduli Anak
BANGKA - Universitas Bangka Belitung (UBB) mendorong Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, menjadi Desa Peduli Anak. Inisiasi tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan tim akademisi UBB pada Rabu (19/8/2026).
Program bina desa tersebut melibatkan akademisi dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UBB. Tim pengabdi terdiri dari Prof. Dwi Haryadi sebagai ketua, bersama Rafiqa Sari, Aruna Asista, Reza Adriantika Suntara, Muhammad Yogie dan Ari Muhammad.
Prof. Dwi Haryadi, mengatakan pembentukan Desa Peduli Anak tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas ramah anak, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai hak dan perlindungan anak. Menurutnya, desa memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak. “Perlindungan anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab orang tua. Ada peran pemerintah desa, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi,” ujar Prof. Dwi Haryadi kepada Bangkapos.com, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat Desa Dendang mengenai perlindungan anak. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan hak anak sekaligus mencegah berbagai bentuk kekerasan dan perlakuan yang dapat merugikan anak. Tim pengabdi kemudian berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Dendang dalam penyusunan buku profil prestasi anak Desa Dendang. Buku tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendokumentasikan potensi dan prestasi anak-anak desa sekaligus memberikan ruang apresiasi terhadap capaian mereka di berbagai bidang.
Pada tahap akhir kegiatan, tim UBB menyerahkan sejumlah peralatan yang menunjang dekorasi kantor desa ramah anak. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana pelayanan publik yang lebih nyaman dan bersahabat bagi anak. Selain itu, sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan, tim pengabdi juga menyerahkan x-banner mengenai hak-hak anak dalam perspektif hukum dan pedagogi. Media edukasi tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi strategis, yakni kantor pemerintah desa, sekolah-sekolah di wilayah Desa Dendang, serta tempat ibadah.
Kepala Desa Dendang, Hengky Firmansyah, menyambut baik inisiasi dan kolaborasi yang dilakukan UBB tersebut. Hengky mengatakan, program Desa Peduli Anak menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan anak. “Kami menyambut baik kegiatan ini. Harapannya masyarakat semakin memahami hak-hak anak dan pentingnya peran orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta dunia pendidikan dalam melindungi anak,” kata Hengky.
Ia menilai keberadaan kantor desa yang ramah anak juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan desa yang memberikan perhatian terhadap kebutuhan anak. Menurut Hengky, anak merupakan aset masa depan desa sehingga perlindungan dan pemenuhan hak mereka harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. “Anak-anak ini adalah aset masa depan. Karena itu, kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berjalan sehingga Desa Dendang benar-benar menjadi desa yang peduli dan ramah terhadap anak,” ujarnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul UBB Dorong Desa Dendang Bangka Barat Jadi Desa Peduli Anak, https://bangka.tribunnews.com/lokal/1693615/ubb-dorong-desa-dendang-bangka-barat-jadi-desa-peduli-anak?page=2.
Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar