Akademisi UBB lakukan Bina Desa di Desa Dendang tentang Perlindungan Anak sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

08 Jul 2026 69
Akademisi UBB lakukan Bina Desa di Desa Dendang tentang Perlindungan Anak sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung laksanakan Bina Desa di Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat (8/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari kerja sama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung (LPPM UBB) dengan Desa Dendang ini mengusung tema Perlindungan Anak sebagai Investasi Masa Depan Bangsa.

Bina desa ini dilakukan oleh Dwi Haryadi, Rafiqa Sari, Aruna Asista, Reza Adriantika Suntara, M. Yogie Adha, dan Ari Muhammad yang merupakan akademisi dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB.

"Kegiatan bina desa ini memuat beberapa poin penting yang disampaikan kepada masyarakat, seperti dasar hukum perlindungan anak, hak-hak anak, serta upaya perlindungan anak yang harus dilakukan oleh orang tua," ujar Dwi Haryadi selaku ketua tim Bina Desa.

Sosialisasi diawali dengan paparan oleh M. Yogie Adha mengenai upaya-upaya ideal dalam pembentukan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas tahun 2045. Anak sebagai SDM masa depan sangat perlu dilindungi hak-haknya sejak dini sehingga dapat tumbuh dengan ideal sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya.

"Kami menyambut baik kegiatan yang diinisiasi oleh para dosen dari UBB, melalui sosialisasi yang telah disampaikan kami berharap bisa meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya perlindungan anak sebagai investasi masa depan," ucap Dodi Rangga selaku Sekretaris Desa Dendang.

Bina desa ini diakhiri dengan diskusi antara tim pengabdian dengan masyarakat yang hadir.


Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul UBB Edukasi Warga Desa Dendang tentang Perlindungan Anak sebagai Investasi Masa Depan Bangsa, https://bangka.tribunnews.com/lokal/1689268/ubb-edukasi-warga-desa-dendang-tentang-perlindungan-anak-sebagai-investasi-masa-depan-bangsa.