Prodi PPKn UBB Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome Based Education

13 Feb 2026 147
Prodi PPKn UBB Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum berbasis Outcome Based Education

BANGKA – Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar lokakarya penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), Jumat (13/2/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Sapriya, S.Pd., M.Ed., serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi pegiat pendidikan hingga pimpinan sekolah di wilayah Bangka dan Pangkalpinang.

Koordinator Program Studi PPKn, Reza Adriantika Suntara, M.Pd., menegaskan bahwa lokakarya ini menjadi langkah strategis untuk memastikan relevansi antara keilmuan yang diajarkan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.

“Profil lulusan utama kami memang menyiapkan calon pendidik. Namun, kami juga membuka ruang agar lulusan memiliki kompetensi lain yang selaras dengan perkembangan profesi. Karena itu, masukan dari berbagai pihak sangat penting bagi kami,” ujarnya dalam pemaparan.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBB, Dr. Iskandar Zulkarnain, M.A. Ia berharap kehadiran Prodi PPKn mampu memperkuat nilai dasar Universitas Bangka Belitung yang berlandaskan Moral, Mental, dan Intelektual (MMI).

Menurutnya, kurikulum yang dirancang harus responsif terhadap berbagai persoalan kontemporer di era disrupsi, seperti kekerasan dan intoleransi. “Program Studi PPKn ini bisa menjadi pilot project demokrasi lokalitas kita,” tegasnya saat membuka kegiatan.

Dalam forum diskusi, para calon mitra strategis menyampaikan beragam tanggapan konstruktif. Secara umum, mereka mengapresiasi pembukaan Prodi PPKn yang dinilai menjawab kebutuhan guru PPKn di Bangka Belitung. Namun, sejumlah catatan juga muncul terkait penguatan kompetensi lulusan agar lebih adaptif terhadap dinamika dunia kerja.

Salah satu peserta menyoroti pentingnya mata kuliah kewirausahaan. “Guru juga perlu memiliki kemampuan wirausaha agar lebih mandiri dan inovatif,” ungkapnya.

Apresiasi juga diberikan terhadap rencana mata kuliah kewarganegaraan lingkungan. Peserta mengusulkan agar fokus pembelajaran dipertajam pada isu lingkungan pertambangan, mengingat hal tersebut sebagai karakteristik wilayah Bangka Belitung.  Melalui pendekatan tersebut, metode pembelajaran berbasis studi kasus (case method) dapat diarahkan untuk menganalisis persoalan pertambangan secara lebih kontekstual.

Selain itu, terdapat usulan menghadirkan mata kuliah keolahragaan. Calon pendidik dinilai perlu memiliki pola hidup sehat sebagai bagian dari profesionalitas. “Jangan sampai ada guru yang tidak suka olahraga. Itu bagian dari menjaga kebugaran saat mengajar,” ujar salah satu peserta disambut tawa ringan forum.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Prof. Dr. Sapriya, S.Pd., M.Ed., selaku narasumber menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum OBE Prodi PPKn UBB telah dirancang dengan pertimbangan matang serta memiliki penciri yang membedakannya dari program studi serupa di perguruan tinggi lain. “Tentu ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan dalam diskusi terbatas agar kerangka keilmuannya semakin terarah,” ungkapnya dalam forum terbuka.

Kegiatan ini turut dihadiri berbagai unsur internal UBB maupun eksternal. Unsur eksternal yang turut hadir ialah perwakilan sekolah tingkat SMP dan SMA, MA, MGMP PPKn, PGRI, penerbit CV. Dapur Kata, dan Bangka Pos.

Melalui lokakarya ini, Prodi PPKn UBB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kurikulum adaptif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Bangka Belitung, sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam membangun demokrasi lokal yang berkarakter.

Berita ini telah dipublikasi di Babel Pos: https://babelpos.disway.id/amp/683645/prodi-ppkn-ubb-gelar-lokakarya-penyusunan-kurikulum-berbasis-outcome-based-education